Pengertian Administrasi dan Administrasi Sebagai Disiplin Ilmu

Thursday, May 17th, 2012

Sebelum membahas apa yang dimaksud dengan ilmu administrasi negara dan pokok bahasannya, tentu harus mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan administrasi itu sendiri karena ilmu administrasi negara pokok bahasannya merupakan cabang dari administrasi. Yang dikaji dalam tulisan ini adalah pengertian administrasi dan penjelasan administrasi sebagai disiplin ilmu.

”Apa pengertian dari administrasi?” Untuk menjawab pertanyaan itu, sebelumnya harus memahami fenomena, definisi, karakteristik, dan urgensi keberadaan administrasi itu sendiri.

Secara etimologi, kata administrasi berasal dari kebudayaan Romawi (administer) yang artinya pemberian jasa atau pengabdian. Secara definisi, administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.[1]

Arti utama administrasi tersebut adalah sebagai manajemen, tata usaha, dan decision making.[2]

Pengertian administrasi tersebut mengacu pada fenomena administrasi yang bercirikan dengan adanya kelompok manusia (dua orang atau lebih), adanya kerjasama dalam kelompok tersebut, adanya kegiatan usaha, dan adanya tujuan yang hendak dicapai.[3]

Contoh mudahnya adalah ”apabila ada dua orang yang bekerjasama untuk menggulingkan sebuah batu yang tidak dapat digulingkan hanya oleh seorang di antara mereka, pada saat itu administrasi telah ada”.[4]

Di Indonesia, secara definisi, penggunaan istilah administrasi masih digunakan dalam makna sempit, yang sering disamakan dengan istilah tata usaha atau catat mencatat seperti yang dikemukakan oleh Munawardi Reksohadiprawiro atau Harris Muda.

Administrasi itu sendiri memiliki karakteristik yang mengacu pada tiga kriteria pokok yaitu rasionalitas, efektivitas, dan efesiensi. Rasionalitas yang dimaksud adalah bahwasannya setiap tindakan harus dilandasi pertimbangan yang logis dan objektif. Efektivitas artinya pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Sedangkan efisiensi berarti perbandingan terbaik antara input dan output, antara keuntungan/ manfaat dan biaya.[5]

Jika menyinggung soal urgensi keberadaan administrasi itu sendiri, tentunya mengacu pada definisi yang digunakan sebagai pemahaman kongkrit dalam kehidupan modern. Apabila sudah mengetahui definisi yang digunakan, tentu perihal tujuan (jangka pendek atau jangka panjang) sudah dapat dijawab, begitu pula dalam menjawab pertanyaan apa pentingnya keberadaan administrasi.

Sebagaimana yang diketahui, administrasi juga sama seperti ilmu yang lain yang memiliki suatu disiplin (administrasi sebagai disiplin ilmu) dengan subpokok bahasan konsep dan teori, unsur-unsur, dan fungsi-fungsi administrasi.

Membahas konsep dan teori dalam administrasi, tak lepas dari membahas apa definisi administrasi tersebut. Untuk definisi, tetap memakai definisi seperti penjabaran sebelumnya. Sedangkan teori akan dibahas selanjutnya.

Adanya suatu ilmu—dalam hal ini adalah administrasi—adalah karena adanya unsur-unsur tertentu yang menjadikan adanya sesuatu itu. Unsur-unsur tersebut sifatnya mutlak. Dalam ilmu administrasi unsur-unsur tersebut adalah dua orang manusia atau lebih, tujuan, tugas yang hendak dilaksanakan, peralatan dan perlengkapan.[6]

Untuk fungsi ilmu administrasi sendiri, di kalangan sarjana belum terdapat satu konsensus bulat mengenai jumlah fungsi-fungsi administrasi. Tapi pada dasarnya fungsi-fungsi administrasi mencapai suatu konsensus yang telah dicapai, yakni dibagi menjadi dua klasifikasi utama yaitu fungsi-fungsi organik dan fungsi-fungsi pelengkap.[7]

Yang dimaksud dengan fungsi-fungsi organik adalah semua fungsi yang mutlak harus dijalankan oleh administrasi, di mana ketidakmampuan untuk menjalankan fungsi tersebut akan mengakibatkan matinya organisasi. Sedangkan fungsi-fungsi pelengkap ialah semua fungsi yang meskipun tidak mutlak dijalankan oleh organisasi, sebaiknya dilaksanakan karena pelaksanaan fungsi-fungsi itu akan meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan.[8]

Beberapa teori telah dikemukakan oleh Henry Fayol, Luther M. Gullick, John D. Millet, Koontz dan O’Donnel, George R. Terry, dan John F. Mee. Jika dianalisa, dalam pemahaman teori tokoh-tokoh tersebut terdapat keseragaman berfikir. Pun bila berbeda dikarenakan sebab kondisional.

Dari teori-teori tersebut, dapat dirumuskan bahwa fungsi-fungsi organik administrasi adalah perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pemberian motivasi (motivating), pengawasan (controlling), dan penilaian (evaluating).

Dari penjabaran di atas, tentunya kita dapat memahami karena tersusun dengan sistematis. Mungkin yang membingungkan adalah persaamaan objek penjelasan terhadap definisi, konsep, dan teori. Namun hal itu terjadi karena adanya keterkaitan antara subpokok bahasan.

Jika menyimpulkan secara menyeluruh penjabaran di atas, pada hakekatnya administrasi adalah sebuah kegiatan dengan tiga arti utama sebagai manajemen, tata usaha dan pembuatan keputusan. Sebagaimana ilmu lainnya, administrasi juga berkembang dan menjadi sebuah disiplin ilmu yang dikhususkan atau dibedakan dengan manajemen. Dengan mengetahui subpokok bahasan tersebut, tentu kita mengerti dan dapat menjabarkan atau menjelaskan pengertian administrasi secara kongkrit, juga bahasan administrasi sebagai disiplin ilmu.

Bibliografi

Atmosudirdjo, S. Prajudi. (1990). Dasar-dasar Administrasi Negara. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia. Pengantar Ilmu Administrasi Negara. (2004). Jakarta: STIAMI Press.

Siagian, Sondang P. (1982). Filsafat Administrasi. Jakarta: Gunung Agung.

Siagian, Sondang P. (1992). MPA Kerangka Dasar Ilmu Administrasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Tussadaah, Senia. ”Teori dan Konsep Administrasi”. http://www.seniatussaadaah.

wordpress.com/2009/02/05/konsep-teori-administrasi.html (20 Sep 2010)


[1] Sondang P. Siagian, Filsafat Administrasi (Jakarta: Gunung Agung, 1982), hlm 3

[2] S. Prajudi Atmosudirdjo, Dasar-dasar Administrasi Negara (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1990), hlm 28

[3] Soewarno, 1984: 3

[4] Herbert A. Simon, et. al., Public Administration, 1959, hlm 3

[5] Soewarno, 1984: 15

[6] Sondang P. Siagian, Filsafat Administrasi (Jakarta: Gunung Agung, 1982), hlm 4

[7] Ibid, hlm 102

[8] Ibid, hlm 102-103

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: